Thursday, 30 November 2017

TVRI Dulu, Sekarang, dan Yang Akan Datang

Didirikan pada tanggal 24 agustus 1962, TVRI merupakan stasiun televisi pertama yang ada di Indonesia. Siaran perdana dari stasiun televisi ini menayangkan Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-17. 

TVRI memonopoli siaran televisi di Indonesia sebelum tahun 1989 ketika didirikan televisi swasta pertama RCTI di Jakarta, dan SCTV pada tahun 1990 di Surabaya. 

TVRI sebagai stasiun televisi milik pemerintah Indonesia mepunyai slogan yang terus berubah seiring perubahan zaman. Seperti, Menjalin Persatuan dan Kesatuan (1962-2001), Makin Dekat di Hati (2001-2005), Televisi Republik Indonesia (2005-2012), dan Saluran Pemersatu Bangsa (2012-sekarang). 

Siaran dan acara televisi di TVRI jaman dulu jauh lebih berkualitas dari siaran televisi jaman sekarang. Secara kualitas siaran baik gambar maupun suara, mungkin memang jauh beda. Karena memang teknologi penyiaran dan peralatan antara TVRI dan televisi masa kini bagaikan bumi dan langit. Tetapi dari sisi kualitas isi acara, TVRI jauh diatas TV nasional saat ini. 

Acara di TVRI era 80 dan 90an adalah acara yang cukup lengkap dengan kualitas isi yang dapat dibanggakan.Hampir semua segmen masyarakat mendapat porsi dalam daftar acara yang dikemas di televisi pemerintah itu. Mulai anak, anak, remaja, orang tua, petani, nelayan, pelajar, hingga pengusaha. Acara di TVRI terlihat dirancang dengan sangat cermat dan sedemikian rupa sehingga mengena di seluruh lapisan masyarakat. 

Hebatnya lagi, TVRI cukup jeli dalam menyusun dan meracik acara. Bagaimana mereka meletakkan sebuah acara pada waktu dan tempat yang tepat. Berita, drama keluarga (sekarang mungkin seperti sinetron), bincang-bincang (sekarang seperti talk show), kuis, acara musik, berbagai genre film sampai acara anak anak tersaji lengkap dalam tayangan televisi andalan orde baru itu. 

Acara yang ditayangkan TVRI pada zaman sekarang lebih berfokus pada hiburan. Meski lebih berfokus pada hiburan, masyarakat lebih tertarik pada stasiun televisi lain dikarenakan acara yang lebih menarik menurut masyarakat. 

Minat masyarakat di masa yang akan datang pada TVRI tidak akan berubah bahkan semakin menurun jika TVRI tidak melakukan perubahan pada acara yang ditayangkannya.

Daftar Pustaka
https://id.wikipedia.org/wiki/Televisi_Republik_Indonesia
https://www.kompasiana.com/almboelaxsy/tvri-apa-kabarmu-kini_55d5a9e5b07e61060955e20d
Continue reading TVRI Dulu, Sekarang, dan Yang Akan Datang

Monday, 23 October 2017

Makalah Manajemen Media


Majalah Gatra dan Sejarahnya
Terkait pembredelan 21 Juni 1994

Continue reading Makalah Manajemen Media

ARGUMENTASI

Rendahnya Minat Membaca Masyarakat Indonesia

Membaca sangat penting bagi setiap orang. Baik itu anak-anak, remaja, maupun orang dewasa. Dengan membaca kita dapat menambah wawasan kita, mencerdaskan intelektual, meningkatkan kecerdasan verbal dan lingusitik, dan lain-lain. Namun, di Indonesia sendiri, minat membaca masihlah sangat kecil. Ada beberapa faktor yang menyebabkan minat membaca masihlah sangat kecil di Indonesia.  

Pertama, keadaan lingkungan di sekitar. Kedua, perkembangan teknologi dan banyaknya hiburan yang disediakan oleh teknologi-teknologi tersebut. Ketiga, kurangnya motivasi untuk membaca. Dan lain-lain. Solusi agar minat membaca meningkat dikalangan masyarakat adalah memotivasi masyarakat untuk mewujudkan minat baca yang tinggi, dan memberikan pemahaman bahwa membaca sangatlah penting untuk kehidupan sehari-hari.  

Tinggi rendahnya minat baca suatu bangsa sangat menentukan kualitas sumber daya manusia, sedangkan kualitas sumber daya manusia sangat menentukan perkembangan suatu bangsa. Oleh karena itu, membaca sangatlah penting bagi kita. Dengan banyak membaca, maka akan banyak pula manfaat yang akan kita peroleh.


Continue reading ARGUMENTASI

About MMTC

STMM "MMTC" is under the Ministry of Communications and Informatics RI with accreditation B. STMM was originally named "Diklat Ahli Multi Media" under the Ministry of Information. STMM is located in the province of Special Region of Yogyakarta, at Magelang street KM.6

MMTC has 3 majors and 6 courses. Majors available at MMTC are Broadcasting, Animation and Game Technology Design, and Public Information Communications. While the courses available are Broadcast Production Management, Production Management News, Engineering Management Studio Production Broadcast, Animation, Game Technology Design, and Information and Communication Management.

MMTC provides various facilities that can be used for student activities while on campus. The College also provides 3 types of scholarship programs. And this High School has 18 Units of Student Activities
Continue reading About MMTC

Sunday, 15 October 2017

Radio Rodja


Radio Rodja

Radio Rodja
Logo Radio Rodja


Nama: Elhan Noor Auzan
NIM: 01716146257
Program Studi: Manajemen Informasi dan Komunikasi
Mata Kuliah: Manajemen Media
Dosen: Ibu Yolanda Presiana Desi, S.IP, MA

Radio Rodja adalah stasiun radio swasta yang beraliran Islam, beralamat Jl. Pahlawan Kp. Tengah Rt. 03 Rw. 03 Cileungsi - Bogor 16820, mengudara pada frekuensi 756 AM untuk wilayah Jabodetabek. Selain itu siaran radio ini juga mengudara di beberapa Kota seperti Bandung, Kebumen, Tanjungpinang, Pontianak, Lampung dan Berau. Siaran Radio ini umumnya memberi kajian kajian dakwah mengenai kehidupan sehari-hari. Radio ini memiliki moto ‘menebar cahaya sunnah’. Rodja merupakan singkatan dari ‘Radio Dakwah Ahlussunnah wal Jamaah’. Kebanyakan anggota kelompok ini menjadi mentor Agama di sekolah-sekolah. Agus Hasannudin, direktur utama PT Radio Rodja, mengatakan inisiator Rodja adalah para pemuda Masjid Al Barkah.

Radio Rodja dimulai dari sebuah radio FM komunitas yang dirintis sejak awal 2005. Dan mulai mengudara untuk diujicoba pada Maret 2005. Melihat animo masyarakat yang besar terhadap radio ini, maka Radio Rodja secara resmi mengudara pada frekuensi 756 kHz (AM) di tahun 2007. Tepatnya pada Mei 2007, Radio Rodja mengujicoba siarannya melalui frekuensi 756 AM. Sejak melakukan migrasi ke gelombang AM, Radio Rodja mengalami kemajuan pesat. Hal itu akibat karakteristik dari sinyal AM yang memiliki daya jangkau jauh lebih luas daripada sinyal FM. Radio Rodja dapat menjangkau pendengar dari berbagai wilayah baik dari radio analog (756 AM) maupun radio streaming. Jangkauan frekuensinya merentang dari Jabodetabek hingga ke Cikampek.

Maksud dan tujuan didirikannya Radio Rodja adalah untuk menumbuhkan semangat dan kecintaan kaum muslimin terhadap ilmu-ilmu Islam dan memenuhi kebutuhan kaum muslimin dalam penyebaran dakwah dan informasi.

Visi Radio Rodja yaitu untuk menjadi media dakwah Islam yang Istiqomah menyampaikan Tasfiyyah dan Tarbiyyah dengan senantiasa merujuk kepada pemahaman generasi pertama dan utama umat ini.

Sedangkan Misi dari Radio Rodja sebagai berikut:
1. Kembali kepada Al Qur’an dan As Sunnah dengan pemahaman para Salafus Shalih.
2. Pemurnian Syariat Islam dari segala bentuk syirik,bid’ah dan pemikiran sesat.
3. Membina kaum muslimin dengan ajaran Islam yang murni dan beramal dengannya.
4. Menghidupkan metode ilmiah dengan berdasar kepada Al Quran dan As Sunnah sesuai pemahaman salafus Shalih.

Radio Rodja dalam penyelenggaraan penyiarannya diformat sebagai media Dakwah dan Informasi Islam.

Radio Rodja frekuensi AM: 756 kHz (Jabodetabek)
Radio Rodja via streaming: https://www.radiorodja.com
Radio Rodja via satelit (dengan parabola): Satelit Palapa D
Frekuensi: 4057 MHz
Symbol Rate: 2727 kSps / kHz
Polaritas: H (Horizontal)
Audio PID: 110
PCR PID: 109

Radio Rodja
Seluk Beluk Radio Rodja


Bagaimana Radio Rodja Bersaing Dengan yang Lain di zaman Ini
Globalisasi tidak mengenal batas-batas negara. Begitu juga dengan media yang mempengaruhi dan dipengaruhi oleh globalisasi. Program-program televisi dan produk rekaman juga terus bermunculan tanpa dapat dibendung.

Majunya perkembangan dunia ilmu pengetahuan dan teknologi sangat berpengaruh terhadap perkembangan dunia informasi dan komunikasi saat ini. Seperti halnya dengan dunia industri komunikasi massa yang terus mengalami perubahan.

Masyarakat kini cenderung senang mengakses informasi yang mudah dijangkau, interaktif dan dekat dengan mereka seperti media online maupun media elektronik seperti televisi dan radio. Namun, persaingan didalam media itu sendiri sangatlah ketat. Sehingga untuk membuat radio maupun tv untuk tetap hidup di zaman ini, diperlukan strategi yang baik.

Dalam hal ini, Radio Rodja yang telah berdiri sejak tahun 2005 meluncurkan stasiun televisi dakwah Islam yang mengudara melalui streaming Internet (TV streaming) pada tahun 2009 yang bernama RodjaTV. Radio Rodja juga meluncurkan situs yang bisa digunakan untuk streaming radio maupun televisi.

Untuk bisa bertahan, siaran-siaran Rodja mengandalkan sumbangan pendengar sehingga bisa menjalankan operasional harian tanpa iklan.

Dari strategi-strategi tersebut, dapat disimpulkan Radio Rodja masih bisa bertahan untuk jangka waktu yang cukup lama mengingat animo masyarakat terhadap Radio Rodja, dan kebutuhan akan informasi-informasi mengenai Islam cukup besar.

Sumber:

Continue reading Radio Rodja